Pendidik Dan Peserta Didik Dalam Sistem Pendidikan Islam

 

PENDAHULUAN

Di dalam sebuah lembaga pendidikan terdapat pendidik dan peserta didik. Dimana pendidik adalah orang yang bertanggung jawab mendidik, membimbing dan bertanggung jawab atas perkembangan dan pertumbuhan peserta didiknya serta upaya membangkitkan usaha peserta didik dalam meningkatkan potensiya dan upaya untuk melatih bakat, minat dan keterampilan atau kemampuan  peserta didiknya. Selain itu pendidik adalah orang yang bertugas mendewasakan anak dan menjadi manusia yang berilmu pengetahuan. Sedangkan Peserta didik merupakan raw material bahan mentah) dalam proses transformasi dalam pendidikan.

Di dalam lembaga tersebut terdapat sebuah sistem pengajaran yang ditandai dengan adanya interaksi antara komponen-komponen pendidik dan peserta didik. Di dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peran yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan.

Seorang pendidik harus mempunyai kemampuan/kompetensi  tentang system pengajaran sehingga dia mampu menerapkannya kepada peserta didik, dengan kemampuan tersebut peserta didik bisa menjadi manusia yang berilmu dan berpotensi.

 A.       Pengertian Pendidik dan Peserta Didik

1.      Pengertian Pendidik

Kata pendidik berasal dari kata didik yang artinya memelihara, merawat dan member latihan agar seseorang memiliki ilmu pegetahuan seperti yang diharapkan tentang sopan santun, akal budi, akhlak dan sebagainya.

Secara terminologi pendidik menurut para ahli yaitu:

  • Ahmad Tafsir, pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pertumbuhan dan perkembangan potensi anak didik, baik potensi kognitif maupun potensi psikomotornya.
  • Imam Barnadib, pendidik adalah tiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai kedewasaan.
  • Ahmad D Marimba, pendidik adalah sebagai orang yang memikulpertanggung jawaban untuk memdidik yaitu manusia dewasa lain yang karena haka dan kewajiban bertanggung jawab tentang pendidikan si terdidik.
  • Undang undang system pendidikan nasional Nomor 20 tahun 2003 bab 1 pasal 6 dibedakan antara tenaga pendidik dengan pendidik. Tenaga pendidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan direi dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar dan sebagainya.

Pengertian pendidik dalam perspektif pendidikan islam adalah orang yang bertanggung jawab terhadap upaya pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani peserta didik agar ia mampu menunaikanntugas kemanusiaanya sesuai dengan nilai-nilai ajaran islam.

Dalam konteks pendidikan islam, pendidik disebut dengan murabbi, muallim ,dan muaddib, mudarris, mursyid dan muzakki.

  1. a.    Murabbi

Kata murabbi  merupakan bentuk (shighah) al ism al fail berakar dari tiga kata, yang pertama kata rabba, yurabbi yang artinya zad dan nama (bertambah dan tumbuh). Kedua kata rabiya, yarba yang mempunyai makna tumbuh (nasya’) dan menjadi besar (tarara’a). ketiga yaitu kata rabba yarubbu yang artinya memperbaiki, menguasai, memimpin, menjaga dan memelihara.

  1. b.      muallim

Mu’allim berasal dari al fi’il al-mahdi ‘allama, mudhariqnya yuallim yang artinya telah mengajar, sedang mengajar dan pengajaran. Kata muallim memiliki arti pengajar atau orang yang mengajar. Kata mu’allim merupakan al ism al- fail daru allama yang artinya orang yang mengajar. Dalam bentuk tsulasi mujarrad, masdhar dari ‘alima adalah ‘ilmun yang sering dipakai dalam bahasa indonesia yaitu ilmu.

  1. c.       Muaddib

Muaddib merupakan al ism al fa’il dari mddhi-nya addaba . Addaba artinya mendidik, sementara muaddib artinya orang yag mendidik atau pendidik. Dalam wazan fi’il tsulasi mujarrad, masdar aduba adalah adaban artinya sopan, berbudi baik. Al- adabu artinya kesopanan. Adapun masdhar dari addaba adalah ta’dib yang artinya pendidikan.

  1. d.      Mudarris

Secara etimologi mudarris berasal dari bahara arab yaitu sighat al-ism al fa’il dari al fi’il al- mahdi darrasa. Darrasa artinya mengajar, sementara muddaris artinya guru, pengajar. Kata yang mirip dengan muddaris adala al-midras adalah suatu rumah untuk mempelajari alqur’an, sama halnya dengan al-midras orang yahudi adala suatu tempat untuk mempelajari kitab mereka.

Secara terminologi mudarris adalah orang yang memiliki kepekaan intelektual dan informasi serta memperbaharui pengetahuan dan keahlian secara berkelanjutan dan berusaha mencerdaskan peserta didiknya, membrantas kebodohan mereka, serta melatih keterampilan seuai dengan baka, minat dan kemampuannya. Jadi mudarris adala orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain dengan metode-metode tertentu dalam upaya membangkitkan usaha peserta didik agar sadar dalam upaya meningkatkan potensinya.

  1. e.       Mursyid

Mursyid adalah istilah lain yang digunakan untuk panggila pendidik dalam pendidikan islam. Secara terminology istilah mursyid berasal dari bahasa arab dalam bentuk al ism al-ja’il dari al-fail al-mahdi rassyada artinya ‘allama; mengajar. Sementara mursyid memiliki persamaan makna dengan kata al-dalil dan mu’allim yang artinya penunjuk, pemimpin, pengajar dan instruktur.

Berdasarkan pengertian diatas mursyid adalah merupakan salah satu sebutan pendidik/guru dalam pendidikan Islam yang bertugas membimbing peserta didik agar ia mampu menggunakan akal pikirannya secara tepat, sehingga ia mencapai keinsyafan dan kesadaran tentang hakikat sesuatu atau mencapai kedewasaan berfikir.

  1. f.     Muzakki

Muzakki dalam bahasa Arab dengan shighat al-ism al fail atau yang melakukan sesuatu perbuatan. Muzakki berasal dari al-fail madhi empat huruf yaitu zakka yang artinya nama dan zakka yakni berkembang, tumbuh dan bertambah. Pengertian lain dari zakka adalah menyucikan, membersihkan, memperbaiki dan menguatkan. Dalam kata lain tazakka artinya ashaddaq yakni memberi sedekah, berzakat, menjadi baik bersih. Azzakat sama artinya dengan al-shadaqat yakni kesucian, kebersihan dan zakat.

Berdasarkan penjelasan yang telah dijabarkan diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidik adalah orang yang bertanggung jawab mendidik, membimbing dan bertanggung jawab atas perkembangan dan pertumbuhan peserta didiknya serta upaya membangkitkan usaha peserta didik dalam meningkatkan potensiya dan upaya untuk melatih bakat, minat dan keterampilan atau kemampuan  peserta didiknya. Selain itu pendidik adalah orang yang bertugas mendewasakan anak dan menjadi manusia yang berilmu pengetahuan.

  1. 2.      Peserta Didik

Peserta didik merupakan raw material bahan mentah) dalam proses transformasi dalam pendidikan. Dalam membicaraka peserta didik, ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh pendidik yaitu: 1. Potensi peserta didik, 2. Kebutuhan peserta didik, 3. Sifat-sifat peserta didik. [1]

Peserta didik  disebut juga dengan murid. Murid adalah orang yang mau, mau diserahkan kepada murabbi. Kemudian yang diserahkan tersebut adalah ketaatan (ta’lim) dan kemauan untuk belajar dan ikhlas menerima semua apa yang akan diajarkan oleh pendidik. Peserta didik harus mau mengikuti apa yang akan dilakukan oleh pendidik dan mengkuti semua metode belajar yang diajarkan oleh pendidik.

Jadi pengertian peserta didik adalah orang yang sedang belajar baik disekolah, maupun dalam masyarakat dan mau diajarkan tentang hal-hal apa yang perlu yang bertujuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

  1. B.     Kompetensi Guru
  2. Pengertian Kompetensi Guru

Kompetensi ialah penguasaan seorang guru atau keahlian yang merupakan syarat yang pertama, dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi mencapai tujuan yang diinginkan dalam kegiatan proses belajar mengajar.  Di dalam kegiatan mengelola interaksi belajar mengajar, guru paling tidak harus memiliki dua modal dasar yaitu kemampuan mendesain program dan keterampilan mengkomunikasikan program itu kepada anak didik.

Dua modal ini telah dirumuskan ole P3G( proyek pembinaan pendidikan Guru) memberikan pengertian tentang kompetensi dasar guru yang meliputi:

  1. Menguasai bahan

Dengan mengusai bahan guru akan dapat menyampaikan materi pelajaran secara dinamis, yang mengandung dua lingkup penguasaan materi:

  1. Menguasai bahan studi dalam kurikulum sekolah
  2. Menguasai bahan pengayaan atau menunjang bahan studi
  3. Mengelola program pelajaran di dalam belajar mengajar yang meliputi :
    1. Merumuskan tujuan instruksional atau pembelajaran
    2. Mengenal dan dapat menggunakan proses instruksional yang tepat.
    3. Melaksanakan program belajar mengajar
    4. Mengenal kemampuan anak didik
    5. Merencanakan dan melaksanakan pengajaran remedial
    6. Mengelola kelas

Guru dapat mendesain dan mengatur ruang kelas sedemikian rupa sehingga guru dan anak didik itu kreatif dan betah diruangan itu.

  1. Menggunakan media atau sumber
    1. Mengenal, memilih dan menggunakan media
    2. Membuat alat-alat bantu pelajaran sederhana
    3. Menggunakan dan mengelola laboratorium dalam proses belajar mengajar
    4. Mengembangkan laboratorium
    5. Menggunaka perpustakaan dalam proses belajar mengajar
    6. Menggunakan microteaching unit dalam program pengalaman lapangan
    7. Menggunakan landasan-landasan pendidikan

Yang didasarka dalam undang-undang dasar 1945 yang menjelaskan tentang :

  1. Tiap-tiap warga Negara berhak mendapatkan pengajaran
  2. Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional, yang diatur undang-undang.
  3. Mengelola interaksi belajar mengajar

Dalam interaksi belajar mengajar guru dan murid tidak semata-mata hanya tergantung cara atau metode yang dipakai, tetapi juga tergantung pada komponen lainnya misalnya guru, siswa, alat, sarana, tujuan, metode, evaluasi.

  1. Menilai prestasi siswa untuk kepentingan pelajaran

Dalam hal ini guru mengambil langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Mengumpulkn data hasil belajar siswa
  2. Menganalisa data hasil belajar siswa
  3. Menggunakan data hasil belajar siswa
  4. Mengenal fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan.

Dalam hal ini tugas guru adalah sebagai pembimbing atau penyuluhan agar kegiatan interaksi belajar mengajarnya menjadi lebih tepat dan produktif.

  1. Mengenal dan menyelenggarakan admisintrasi sekolah.

Dalam hal ini tugas guru sebagai pembimbing juga sebagai administrator, disamping itu guru juga sebagai pemuasan layanan terhadap siswa.

  1. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian kependidikan guna keperluan pengajaran.

Selain kompetensi diatas ada beberapa kriteria lain tujuan belajar di dalam kompetensi yaitu:

  1. Cognitive objective
  2. Performance objective
  3. Concuquence objective yaitu sebagai hasil belajar
  4. Affective objective
  5. Exploratory objective [2]

Sardiman (1987) dan Kariyoto (1997) menyatakan bahwa ada 10 kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu:

  1. Menguasai bahan
  2. Mampu mengelola program belajar mengajar
  3. Mengelola kelas
  4. Menggunakan media/sumber
  5. Menguasai landasan pendidikan
  6. Mengelola interaksi belajar mengajar
  7. Menilai prestasi belajar siswa untuk kepentingan pengajaran
  8. Mengenal fungsi dan layanan BP
  9. Mengenal administrasi sekolah
  10. Memahami prinsip dan hasil penelitian guna keperluan pengajaran.

Made pidarta (1983) mengemukakan cirri-ciri guru yang professional dalam menjalankan profesinya kedalam 5 komponen yaitu:

  1. Komponen afeks meliputi sikap sabar, gembira, rendah hati dalam melaksanakn tugasnya, punya kemauan untuk berprestasi, tidak memamerkan profesinya.
  2. Komponen peguasaan ilmu pengetahuan meliputi: berpendidikan formal keguruan, memiliki pengetahuan ertentu yang spesifik, memotivasi dan membantu murid belajar.
  3. Komponen penyajian bahan pengajaran.

Guru yang dalam proses belajar mengajarnya menanamkan cara berfikir kritis, mengembangkan kreativitas dan kepercayaan kepada diri sendiri, mengembangkan pandanangan positif terhadap dunia.

  1. Komponen hubungan guru dengan murid
  2. Komponen hubungan guru dengan masyarakat, ditunjukkan oleh kedudukannya sebagai anggota masyarakat.[3]
  1. C.    Interaksi guru dan murid

Belajar mengajar adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan antar sesama siswa dalam proses pembelajaran, interaksi artinya: saling memberi dan  menerima istilah blajar berarti suatu proses perubahan sikap dan tingkah laku atau penerimaan sesuatu pengetahuan , keterampilan dan nilai/sikap yang baru oleh siswa setelah terjadi interaksi dengan sumber belajar. Sumber belajar dapat berupa buku, lingkungan, guru atau sesama teman.

Ada empat bentuk/pola interaksi antara guru dan murid:

  1. Pengajaran berlangsung dalam bentuk transfer pengetahuan, dimana guru sebagai pemberi dan murid sebagai penerima. Dalam hal ini guru memberikan segala pengetahuan, segala kebenaran, dan segala yang dibutuhkan siswa di sekolah (teacher centered) siswa adalah objek yang pasif. Hubungan antara guru dan siswa berlangsung secara sepihak.metode yang digunaakn dalam belajar adalah ceramah.
  2. Pengajaran berlangsung dalam bentuk saling memberi dan menerima, dimana guru berfungsi sebagai mediator, motivator, dan fasilitator agar siswa tahu, mau, dan beraktifitas untuk belajar.guru hanya salah satu sumber belajar, siswa merupakan objek dan sekaligus subjek dalam kegiatan PBM. Hubungan guru dan murid berlangsung timbal balik (dua arah). pada pola ini siswa pasif tetapi sudah mulai aktif, tetapi masih terbatas antara siswa dengan guru.metode mengajar yang digunakan adalah tanya jawab, demonstrasi, atau pemberian tugas.
  3. Pengajaran berlangsung dalam bentuk hubungan interaktif antara guru dan siswa dan antara siswa dengan sesamanya.guru berperan sebagai pembimbing. Pembina dan fasilitator.siswa merupaakn subjek dan objek, mereka aktif belajar, melaksanakn tugas, dapat menerima pengalaman dari siswa lain.setiap siswa dimotivasi untuk ikut aktif dan berperan serta dalam PBM.pola ini merupakan pola yang abik dipilih guru karena memberikan peluang kepada siswa untuk menmgembnagkan kreatifitsanya. Metode yang digunakan guru adalah: diskusi, bermain peanaa, dan kerja kelompok.
  4. Pengajaran berlangsung dalam bentuk proses interaksi siswa dengan siswa dan kosultasi denagn guru. Guru berperan sebagai konsultan, membei motivasi.dan suaasna agar siswa aktif sesamanya, saling membimbing dan mengarahkan. Siswa berupaya mengentaskan atau menyelesaikan masalah atas inisiatif sendiri melalui diskusi, penelitian, observasi, aatu mengadakan kegiaatn bersama. Dalam hal ini siswa bebas memanfaatkan semua sumber belajar yang ada. Pola ini merupakan salah satu pola yang dianjurkan pemakaiannya, mengingat dengan metoda problem solving, tujuan pengajaran dari aspek pengetahuan, ketrampilan, nilai dan sikap dapat dicapai.[4]

Interaksi antara manusia selalu mempunyai motif-motif tertentu guna memenuhi tuntutan  hidup dan kehidupan  mereka masing-masing.interaksi yang berlangsung  di sekitar kehidupan manusia  dapat diubah menjadi “interaksi yang bernilai edukatif”  yakni interaksi yang dengan sadar meletakkan tujuan untuk mengubah tingkah laku dan perbuataan seseorang. Interkasi yang bernilai pendidikan ini dalam dunia pendidikan di sebut sebagai “interaksi edukatif”

Interaksi edukatif harus menggambarkan hubungan aktif dua arah dengan sejumlah pengetahuan sebagi meduimnya, sehingga interaksi itu merupakan hubungan yang bermakna dan kreatif. Semua unsur interaksi Edukatif harus berproses dalam ikatan tujuan pendidikan.karena itu, interaksi edukatif adalah suatu gambaran hubungan aktif dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan.

Proses interaksi edukatif adalah suatu proses yang menganding sejumlah norma. Semua norma itulah yang harus guru transfer kepada anak didik.dan dapat dikatakan bahwa interaksi edukatif adalahhubungan dua arah antaar guru dan murid dengan sejumlah norma sebagai mediumnya intuk mencapai tujuan pendidikan.[5]

  1. D.       Akhlak Guru Dan Murid
    1. 1.      Memuliakan Guru

Pendidikan dan pengajaran ada 2 yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal. Pendidikan dan pengajaran formal adalah pendidikan dan pengajaran yang diperoleh seseorang dalam kelas (sekolah), sedangkan non formal adalah pendidikan dan pengajara yang diperoleh seseorang diluar kelas melalui ceramah-ceramah, diskusi, membaja buku dal lain sebagainya.

Orang yang menyampaikan pelajaran disebut dengan guru formal dan guru non formal adalah para muballigh, khatib, wartawan. Dan orang yang memberikan pendidikan da pengajaran yag paling tinggi adalah dosen, asisten dosen, dan maha guru/guru besar.

Guru adalah orang yang kita mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari dia, baik formal maupun non formal. Sedanggkan yang disebut dengan murid adalah siswa, mahasiswa dan siapa yang memperoleh pendidikan dan pengajaran dari orang lain baik formal maupun non formal.

  1. 2.      Murid Jahat didunia

Dalam kenyatan sehari-hari kita menyaksikan atau mendengar terjadinya perlakuan tidak wajar dari murid kepada guru seperti kata-kata kasar/tidak sopan, keangkuhan, penghinaan dan penganiayaan fisik yang berupa pemukulan-pemukulan, pengeroyokan-pengeroyokan dan lain sebagainya.

  1. 3.      Sebab-Sebab  Wajib Memuliakan Guru
    1. Guru adalah orang yang sangat mulia

Dalam tarikh nabi disebutkan bahwa pada suatu hari, nabi Muhammad SAW keluar rumah. Tiba-tiba beliau melihat ada 2 majlis yang berbeda. Majlis yang pertama ialah majlis orang-orang yang beribadah yang sedang berdoa kepada allah dengan kecintaanya kepadanya. Majlis yang kedua ialah majlis pendidikan/pengajaran yang terdiri dari guru dan murid. Tetapi nabi mendekati majlis yang kedua yaitu majlis pendidikan/pengajaran bahkan beliau duduk bersama mereka mendengarkan pengajaran gurunya. Beliau dating ke majlis pengajaran/pendidikan dan tidak ke majlis yang beribadah ini membuktikan bahwa pekerjaan mengajar dan belajar adalah yang lebih mulia dari pada berdoa. Kemudian bersabda nabi yang artinya sesungguhya aku diutus Allah memang juga untuk guru bagi manusia.

Ini adalah kemuliaan guru karena pekerjaan mengajar atau mendidik, selain itu guru disebabkan karena kealiman/kepandaiannya. Nabi SAW dalam hadisnya menerangkan bahwa orang alim adalah pewaris para nabi.

  1. Guru adalah orang yang sangat besar jasanya

Ini disebabkan karena guru ialah mengajarkan ilmu, sedang ilmu adalah satu hal yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan juga yang membedakan manusia dari hewan.

Dengan ilmu pengetahuan, kehidupan manusia di dunia ini dapat maju, mempunyai peradaban yang tinggi, dan berbagai macam kesulitan yang mengancam hidupnya dapat diatas. Dan dengan ilmu pula mausia dapat menduduki jabatan atau kedudukan yang mulia dan terhormat. Dan nasib kehidupan manusia diakhirat ditentukan oleh ilmu pengetahuan.

  1. Dilihat dari segi usia, maka pada umumnya guru lebih tua dari muridnya, sedang orang yang muda wajib menghormati kepada yang tua.[6]
  1. E.        Tugas dan Tanggung Jawab Guru
  2. 1.   Tugas pendidik(guru)

Guru bertugas mempersiapkan manusia susila yang cakap yang dapat diharapkan membangun dirinya dan membangun bangsa dan Negara.  Tugas guru tidak hanya sabagai suatu profesi, tetapi juga sebagai suatu tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan.

  • Tugas guru sebagai suatu profesi menuntut kapada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti mengajar, mendidik dan melatih anak didik.
  • Tugas guru sebagai pendidik berarti meneruskan dan mengemban nilai-nilai hidup kepada anak didik.
  • Tugas guru sebagai pengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada anak didik.
  • Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didik.
  • Tugas kemanusian yaitu karena guru iku berinteraksi dengan masyarakat.
  • Tugas kemasyarakatan yaitu bertugas mendidik dan mengajar masyarakat untuk menjadi warga  Negara Indonesia yang bermoral pancasila
  • Tugas guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat.

Menurut Roestiyah N.K tugas guru adalah:

  1. Menyerahkan kebudayaan kepada anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman
  2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai cita-cita dan dasar Negara kita pancasila
  3. Menyiapka anak didik menjadai warga Negara yang baik sesuai UU pendidikan yang merupakan keputusan MPR No. II Tahun 1983
  4. Sebagai perantara dalam belajar
  5. Guru sebagai pembimbing
  6. Guru sebagai penghubung sekolah dan masyarakat
  7. Sebagai penegak disiplin
  8. Guru sebagai administrator dan manajer
  9. Pekerjaan guru sebagai profesi
  10. Guru sebagai perencana kurikulum
  11. Guru sebagai pemimpin
  12. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak.[7]
  1. 2.         Tanggung Jawab Pendidik(guru)

Keutamaan seorang pendidik terletak pada tugas mulai yang diembannya. Tugas yang diemban pendidik sama dengan tugas Rasul. Artinya pendidik sebagai warasat al-anbiya’ pada hakikatnya mengemban misi rahmatan lil ‘alamin yakni suatu misi yang mengajak manusia untuk tunduk dan patuh pada hukum-hukum allah guna memperoleh keselamatan dunia dan akhirat.

Menurut al Ghazali tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia untuk bertagarrub kepada Allah. Abd. Al Rahman al-Nahlawi menyebutkan tugas pendidik yaitu:  pertama, menyucikan yakni berfungsi sebagai pembersih, pemelihara dan pengembangan fitrah manusia. Kedua, tugas pengajaran yakni mentransformasikan pengetahuan dan menginternalisasikan nilai-nilai agama kepada manusia.

Menurut Abd al-Rahman al-Nahlawi tanggung jawab pendidik adalah mendidik individu supaya beriman kepada Allah dan melaksanakan syari’atnya, mendidik diri supaya beramal saleh dan mendidik masyarakat untuk saling menasehati dalam melaksanakan kebenaran, saling menasehati agar tabah dalam menghadapi kesusahan beribadah kepada Allah serta menegakkan kebenaran.[8]

Tanggung jawab guru adalah mencerdaskan kehidupan anak didiknya. Guru yang bertanggung jawab memiliki beberapa sifat, menurut Wens Tanlain dan kawan-kawan (1989:31) ialah:

  1. Menerima dan mematuhi norma, nilai-nilai kemanusiaan
  2. Memikul tugas dengan bebas, berani, gembira.
  3. Sadar akan nilai-nilai yang berkaitan dengan perbauatannya serta akibat-akibat yang timbul
  4. Menghargai orang lain, termasuk anak didik.
  5. Bijaksana dan hati-hati
  6. Takwa terhadap tuhan yang maha esa.

Jadi guru harus bertanggung jawab atas segala sikap, tingkah laku, dan perbuatannya dalam rangka membina jiwa dan watak anak didk.Dengan demikian tanggung jawab guru adalah untuk membentuk anak didik agar menjadi orang bersusila yang cakap, berguna bagi agama, nusa, dan bangsa yang akan datang.[9]

Di dalam buku Oemar Hamalik terdapat beberapa Tanggung Jawab Guru diantaranya adalah:

  1. Guru harus Menuntut Murid-Murid Belajar

Tanggung jawab guru yang terpenting adalah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Oleh karena itu, guru harus melakukan banyak hal agar pelajarannya berhasil, antara lain sebagai berikut:

  1. Mempelajari setiap murid dikelasnya
  2. Mereancanakan, menyediakan, dan menilai bahan-bahan belajar yang akan dan telah diberikan.
  3. Memilih dan menggunakan metode mengajar yang sesuai dengai tujuan yang hendak dicapai.
  4. Memelihara hubunga oribadi seerat mungkin dengan murid
  5. Menyediakan lingkungan belajar yang serasi
  6. Membantu murid-murid memecahkan berbagai masalah.
  7. Mengatur dana menilai kemajuan belajar murid.
  8. Membuat catatan yang berguna dan menyusun laporan pendidikan
  9. Mengadakan hubungan dengan orang tua murid seacara kontinu penuh saling pengertian.
  10. Berusah sedapat-dapatnya mencari data melalui serangkaiaan penelitian terhadap masalah-masalah pendidikan.
  11. Mengadakan hubungan pendidikan para siswa.
  12. Turut Serta Membina Kurikulum Sekolah

Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling mengetahui tentag kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid. Kemudian guru berkewajiban memberi saran-saran yang berguna demi penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang. Melakukan Pembinaan Terhadap Diri Siswa (Kepribadian, Watak Dan Jasmaniah)

  1. Memberikan Bimbingan Kepada Murid

Bimbingan kepada murid agar mereka mampu mengenal dirinya sendiri, memecahkanmasalahnya sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional yang baik, sangat diperlukan. Mengadakan diagnosis atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar.

  1. Menyelenggarakan Penelitian

Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang keilmuan bidang pendidikan maka ia harus senatiasa memperbaiki cara bekerjanya. Tidak cupuk sekedar melaksanakan pekerjaan rutin, melainkan harus juga berusaha menghimpun bayak data melalui penilaian kontinu dan intensif.

  1. Mengenal masyarakat dan ikut serta aktif

Guru tidak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif. Jikalau ia tidak mengenal masyarakat seutuhnya secara lengkap. Pekembangan sikap, minat, aspirasi anakn sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat sekitarnya.

  1. Menghayati, mengamalkan, dan mengamalkan pancasila

Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mendasari semua sendi-sendi hidup dan kehidupan nasioanal. Baik individu maupun masyarakat dan keleompok terbesar termasuk sekolah. Pendidikan bertujuan membentuk manusia pancasila sejati. Factor penentu lainnya adlalah kepribadian guru. Guru tak mungkin mendidik siswa menjadi manusia pancasila , jikalau guru itu sendiri tidak memiliki kepribadian pancasila. Kepribadian guru adalah menjadi contoh dan model bagi siswa.

  1. Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa da perdamaian dunia.

Guru bertanggung jawab untuk mempersiapkan siswa menjadi warga Negara yang baik. Pengertian yang baik adalah memiliki pesatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Perasaan tersebut dapat tercipta apabila siswa didik saling menghargai, mengenal daerah, masyarakat, adat isrtiadat. Guru juga bertanggung jawabmengembangkan kesadaran internasional dalam diri siawa. Para siswa perlu menyadari bahwa persahabatan antar bangsa sangat diperlukan guna memupik perdamaian dunia.

  1. Turut menyukseskan pembangunan

Pembangunana adalah cara yang paling tepat guna membawa masyarakat kearah kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. pembangunan itu meliputi pembangunan dalam bidang, spiritual dana bidang fisik materil.

  1. Tanggung jawab meningkatkan peranan guru professional.

Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas dalam sekolah dan kemampuan yang diperlukan untuk merelisasikan tanggung jawab dalam diri pribadi guru sejak ia mengukuti pendidikan guru sampai ia bekerja. [10]

Seorang guru yang bermurah hati dan penuh dengan kebaikan memberikan pendidikan kepada orang lain tanpa keinginan untuk mendapatkan upah apapun secara kontan atau kebaikan dari ajarannya adalah bagaikan matahari yang cemerlang dan menyemburkan cahayanya kepada semua tanpa membeda-bedakan dan tidak akan pernah habis. Adapun Tanggung jawab guru adalah sebagai berikut:

  1. Guru hendaknya mengelola rasa empati imajinasi dengan orang-orang yang diajarnya.
  2. Guru hendaknya mengajari dan mengasuh murid-muridnya seolah-olah mereka adalah anak kandung mereka sendiri.
  3. Guru bis mengubah gaya hidup muridnya terhadap kehidupan di dalam gaya moral, intelektual dan rohaniah.
  4. Guru hendaklah memberikan cinta dan simpati perhatian, murid hendaklah diarahkan pada mata-mata pelajaran, bukan melalui paksaan atau kekuatan
  5. Hendaknya guru tidak memandang remeh pentingnya kemampuan dalam ilmu pengetahuan.
  6. Guru hendaknya memperhatikan tingkat kecerdasan muridnya supaya dia menguasai apapun yang dikatakan gurunya.
  7. Hendaknya memperlakukam siswa yang tumpul dengan cara sedemikaan rupa supaya dia tidak merasa canggung di dalam kelompok teman-temannya.
  8. Guru harus bijaksana dan adil kepada semua muridnya.

Adapun Tanggung jawab murid sebagai berikut:

  1. Murid hendaknya mencampakkan semua kebiasaan yang kotor dan rendah, dan prilaku yang tercela.
  2. Murid harus selalu menjaga pikiran, telinga, dan matanya agar tetap terbuka untuk memperoleh pelajaran dari setiap fenomena dunia yang bagus ataupun yang jelek.
  3. Pelajar yang baru hendaklah menuruti pelajaran atau gurunya dengan cara yang sama seperi pasien yang dengan keyakinan melaksanakan perintah dokter untuk kesembuhannya.
  4. Murid harus menspesialisasikan diri dalam suatu cabang tertentu di antara ilmu pengetahuan yang kreatif dan positif sebagai bagian dari manfaat yang asli daripada menjadi orang yang serba tahu, tetapi tidak menguasai satupun.
  5. Murid tidak mempeturut segala pertentangan akademik dari permulaan karirnya sebagai murid.
  6. Seorang murid harus mendapatkan ilmu pengetahuan yang khusus dengan mencapai tingkat yang memadai, bukan asal-asalan yang sembarangan.
  7. Murid hendaknya mengetahui semua perkara yang memungkikan kemampuan ilmu pengetahuan tertentu di atas cabang-cabang pelajaran yang lain.[11]

Selanjutnya Guru sebagai pendidik dan pengajar mempunyai tugas yang cukup berat. Tugas dan tanggung jawab tersebut meliputi:

  1. Tugas dan tanggung jawab dengan anak didik
  2. Tugas dan tanggung jawab denga guru lain
  3. Tugas dan tanggung jawab dengan atasan
  4. Tugas dan tanggung jawab dengan orang tua murid dan anggota masyarakat.

Guru sebagai pendidik dan pengajar harus mampu melakukan pengawasan dan pembinaan kearah perbaikan dan peningkatan proses belajar mengajar. Pembinaan disini dimaksud untuk:

  1. Membantu murid-murid untuk memahami tujuan yang hendak dicapai dalam suatu program pengajarn yang dikembangkan di kelas.
  2. Membantu murid-murid untuk memahami dan mengerti akan dirinya sendiri, sehingga menemukan cirri-ciri belajar yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.
  3. Membantu murid-murid dalam menemukan kelebihan dan kekurangan yang dipunyai dalam belajar atau mempelajari mata pelajaran tertentu.
  4. Membantu murid dalam melakukan penyesuaian diri meraka dalam belajar.
  5. Membantu murid-murid menemukan sebab-sebab yang menimbulkan kesulitan belajar dan secara bersama-sama mencarikan jalan atau cara untuk memperbaiki dan memecahkan kesulitan tersebut.
  6. Membantu murid-murid agar dapat menerima bahan belajar sesuai dengan batas-batas kemampuannya.
  7. Membantu murid dalam mengembangkan pelajaran dan materi yang sesuai dengan bakat dan minat mereka.
  8. Membantu murid dalam mengembangkan dan membangkitkan motivasi mereka untuk belajar lebih baik.
  9. Membantu murid dalam merencanakan penggunaan waktu senggang baik di dalam dan diluar kelas atau di luar sekolah.[12]

Pekerjaan guru bukanlah tugas yang mudah melainkan sangat sulit dan tidak dapat dilaksanakan oleh semua orang. Seorang guru hendaknya mempunyai sehat fisik mental serta berjiwa pedagogis. Adapun tanggung jawab seorang guru adalah mengarahkan, membimbing, membenahi kekurangan peserta didik dan mendidiknya agar menjadi manusia dewasa, sempuna, sehat jasmani dan rohani. Kemudian seorang guru yang bertanggung jawab guru juga harus bisa menjalin hubunga dengan orang tua murid dan masyarakat.

Tanggung jawab guru adalah menyempurnakan dan mecerdaskan kehidupan anak didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah dan untuk menjadikan manusia yang berguna dan juga untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang luas.

PENUTUP

 

Dari penjelasan yang sudah dijabarkan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidik bukan hanya sekedar mengajar melainkan juga mendidik manusia menjadi manusia yang betaqwa kepada Allah SWT dan menjadikan manusia yang  berilmu pengetahuan dan berkompetensi. Kemudian tugas dan tanggung jawab guru bukanlah tugas yang mudah melainkan sangat sulit dan tidak dapat dilaksanakan oleh semua orang. Tugas dan tanggung jawab guru adalah menyempurnakan dan mecerdaskan kehidupan anak didik dan menyempurnakan, membersihkan, menyucikan hati manusia untuk bertagarrub kepada Allah.

Dalam karya ilmiah ini penulis hanya menjelaskan tentang:

  1. Kompotensi guru

Kompetensi ialah penguasaan seorang guru atau keahlian yang merupakan syarat yang pertama, dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi mencapai tujuan yang diinginkan dalam kegiatan proses belajar mengajar

  1. Interaksi guru dan murid

Interaksi atau hubungan timbal balik antara siswa dengan guru dan interaksi antara sesama siswa dalam proses pembelajaran.

  1. Akhlak guru dan murid

Sifat/prilaku atara pendidik dan peserta didik. Dalam hal ini pendidik dan peserta didik harus saling hormat menghormati dan saling menghargai antara pendapat yang satu dengan yang lainnya.

  1. Tugas dan tanggung jawab guru

Tanggung jawab pendidik adalah mendidik individu supaya beriman kepada Allah dan melaksanakan syari’atnya, mendidik diri supaya beramal saleh dan mendidik masyarakat untuk saling menasehati dalam melaksanakan kebenaran, saling menasehati agar tabah dalam menghadapi kesusahan beribadah kepada Allah serta menegakkan kebenaran

DAFTAR PUSTAKA

 

Afnibar. 2005. Memahami profesi dan kinerja guru. Jakarta barat: the minangkabau foundation.

Ali Khan, Shafique. 2005. Filsafat pendidikan . Bandung: CV. Pustaka Setia.

Asnawir. 2003. Dasar-dasar kependidikan. Padang IAIN Press.

Azhari, Akyas. 1996. Psikologi pendidikan. Semarang: PT. Karya Toha Putra.

Bahri djamah, Syaiful.2000. Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Hamaliki, Oemar. 2009. Proses belajar mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Ramayulis & Nizar Samsul.2009. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Tatapangarsa, Humaidi. Akhlak yang mulia. Surabaya: PT. Bina Ilmu Offset.

 


[1] Ramayulis dan samsul Nizar, Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2009), h. 138-169

[2] Akyas Azhari, Psikologi Pendidikan, (Semarang:PT Karya Toha Putra, 1996), h. 62-64

[3] Afnibar, Memahami Peofesi dan Kinerja Guru, (Jakarta barat: The Minangkabau Foundation, 2005), h. 35-37

[4] Ibid. h.53-58

[5] Syaiful Bahri Djamarah, guru dan anak didik dalam interaksi edukatif,(Jakarta:PT Rineka Cipta,2000)h.11

[6] Humaidi Tatapangasara, Akhlak yang Mulia, (Surabaya: PT. Bina Ilmu), h. 114-119

[7] Op. cit, h. 36-39

[8] Op.cit, h. 157-158

[9] Op.cit h. 34-36

[10] Oemar Hamaliki, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2009),  h. 127-133

[11] Shafique Ali Khan,  Filsafat Pendidikan Al Ghazali, ( Bandung: CV. Pustaka Setia, 2005), h. 106-112

[12] Asnawir, Dasar-Dasar administrasi Pendidikan, (Padang IAIN Press, 2003),  h. 116-121

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s